Entri Populer

Senin, 15 Oktober 2012

PSIKOLOGI LINTAS BUDAYA


Nama : Bunga Ode Kasih

NPM : 11510490

Kelas : 3PA02

MATA KULIAH : Psikologi Lintas Budaya
UNIVERSITAS GUNADARMA

TEMA 1

Definisi Psikologi Lintas Budaya
 Menurut Segall, Dasen dan Poortinga, psikologi lintas-budaya adalah kajian mengenai perilaku manusia dan penyebarannya, sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. Definisi ini mengarahkan perhatian pada dua hal pokok: keragaman perilaku manusia di dunia dan kaitan antara perilaku terjadi. Definisi ini relatif sederhana dan memunculkan banyak persoalan. Sejumlah definisi lain mengungkapkan beberapa segi baru dan menekankan beberapa kompleksitas: 1. Riset lintas-budaya dalam psikologi adalah perbandingan sistematik dan eksplisit antara variabel psikologis di bawah kondisi-kondisi perbedaan budaya dengan maksud mengkhususkan antesede-anteseden dan proses-proses yang memerantarai kemunculan perbedaan perilaku


Tujuan Psikologi Lintas Budaya
Tujuan dari kajian psikologi Lintas Budaya adalah mencari persamaan dan perbedaan dalam fungsi-fungsi individu secara psikologis, dalaam berbagai budaya dan kelompok etnik.

Hubungan antara Psikologi Lintas Budaya dengan disiplin ilmu yang lain
 Hubungan Psikologi Lintas Budaya dengan Ekologi
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Jadi hubungan Psikologi lintas budaya dengan ilmu ekologi adalah melihat persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok entnik berdasarkan interaksi antara organisme dengan lingkungannya.
misalnya : dengan kita bertetangga dengan budaya yang berbeda kita bisa berinteraksi dengan orang tersebut tanpa menyudutkan ras atau etnik atau psikologi individu tersebut.

Hubungan Psikologi Lintas Budaya dengan Biologi
Biologi atau ilmu hayat adalah ilmu yang mempelajari aspek fisik kehidupan. Jadi hubungan Psikologi lintas budaya dengan ilmu biologi adalah melihat persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok entnik dengan mempelajari aspek kehidupan fisik makhluk hidup.

Hubungan Psikologi Lintas Budaya dengan Sosiologi
     Menurut Soejono Sukamto, Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat. Jadi hubungan Psikologi lintas budaya dengan ilmu sosiologi adalah melihat persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai buadaya dan kelompok etnik yang berada dalam suatu kehidupan masyarakat.

Psikologi Lintas Budaya dan Antropologi
sering tumpang tindih, baik disiplin cenderung memfokuskan pada aspek yang berbeda dari suatu budaya. Sebagai contoh, banyak masalah yang menarik bagi psikolog yang tidak ditangani oleh antropolog, yang memiliki masalah mereka sendiri secara tradisional, termasuk topik-topik seperti kekerabatan, distribusi tanah, dan ritual. Ketika antropolog melakukan berkonsentrasi pada bidang psikologi, mereka fokus pada kegiatan dimana data dapat dikumpulkan melalui pengamatan langsung, seperti usia anak-anak di sapih atau praktek pengasuhan anak. Namun, tidak ada tubuh yang signifikan data antropologi pada banyak pertanyaan yang lebih abstrak sering ditangani oleh psikolog, seperti konsepsi budaya intelijen .

Selasa, 20 Maret 2012

Aborsi sebabkan Gangguan Kesehatan Mental pada wanita


Wanita yang melakukan aborsi beresiko menderita gangguan mental yang parah. Demikian menurut hasil penelitian terbaru.

Pelaku aborsi menghadapi resiko dua kali lebih besar terkena gangguan mental dibanding perempuan lainnya. Disamping itu, satu dari setiap sepuluh kasus gangguan mental disebabkan oleh aborsi.

Hasil studi yang dilakukan akademisi Amerika Priscilla Coleman itu dipublikasikan di British
Journal of Psychiatry dan mendapat dukungan dari Royal College of Psychiatrists.

Sebelumnya jurnal yang sama tiga tahun lalu, pernah mempertanyakan asumsi para pendukung kampanye dan pelaku aborsi yang menyatakan bahwa menghentikan kehamilan cenderung mengurangi daripada menaikkan resiko kesehatan perempuan.

Coleman mendasari kajiannya atas analisa terhadap 22 proyek yang berbeda dan analisa pengalaman 877.000 perempuan yang 163.831 di antaranya pernah melakukan aborsi.

"Hasilnya menunjukkan cukup konsisten bahwa aborsi berhubungan dengan peningkatan resiko masalah-masalah psikologis yang disebabkan oleh tindakan (aborsi) itu. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang melakukan aborsi mengalami 81 persen kenaikan resiko gangguan mental dan hampir 10 persen kasus gangguan mental disebabkan secara langsung oleh aborsi," tulis laporan penelitian tersebut.

Aborsi berkaitan dengan 37 persen kasus depresi, 34 persen gangguan kecemasan, menyebabkan resiko kecanduan alkohol naik lebih dari dua kali lipat, tiga kali resiko penggunaan ganja dan memperbesar resiko bunuh diri.

Menurut Coleman, perempuan harus diberikan penjelasan mengenai resiko gangguan mental yang kemungkinan besar terjadi jika melakukan aborsi, sebelum tindakan tersebut dilakukan.*
Sumber : dm/gn
Red: Dija




Kesehatan Mental (Mental Health)



     Istilah Kesehatan Mental diambil dari konsep mental hygiene, kata mental berasal dari bahasa Yunani yang berarti Kejiwaan. Kata mental memilki persamaan makna dengan kata Psyhe yang berasal dari bahasa latin yang berarti Psikis atau Jiwa, jadi dapat diambil kesimpulan bahwa mental hygiene berarti mental yang sehat atau kesehatan mental. Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari keluhan dan gangguan mental baik berupa neurosis maupun psikosis (penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial).

Kesehatan mental terkait dengan 

    •  bagaimana kita memikirkan, merasakan menjalani kehidupan  sehari-hari 
    • bagaimana kita memandang diri sendiri dan sendiri dan orang lain
    • bagaimana kita mengevaluasi berbagai alternatif dan mengambil keputusan. 

Seperti halnya kesehatan fisik, kesehatan mental sangat penting bagi setiap fase kehidupan. kesehatan mental meliputi upaya-upaya mengatasi stres, berhubungan dengan orang lain, dan mengambil keputusan. 


Diperkirakan bahwa hingga 1 dari 4 orang mengalami masalah kesehatan mental, yang mencakup spektrum yang sangat luas.

    • Seseorang mungkin memiliki gangguan kesehatan mental atau didiagnosis yang mengalami periode tekanan mental.
    • Mereka mungkin sakit untuk waktu yang lama, atau gejalamereka dapat dikendalikan dengan cara pengobatan, terapi atau lainnya.
    • Sakit mental dapat menjadi faktor konstan dalam kehidupan seseorang, mungkin muncul kembali secara periodik, atau mungkin menjadi pengalaman satu kali.

Pengalaman setiap orang dari masalah kesehatan mental berbeda, dan tergantung pada 
berbagai faktor, seperti:
->tingkat dan jenis tekanan mental
->lingkungan universitas dan dukungan yang diberikan
->orang-orang di sekitar mereka, pasangan, keluarga, guru,dll.
->mereka sebelumnya mengalami tekanan mental atau sakit.

Karakteristik pribadi yang sehat mentalnya juga dijelaskan pada tabel sebagai berikut (Syamsu Yusuf LN ; 1987).

ASPEK PRIBADI
KARAKTERISTIK
Fisik
Perkembangannya normal.
Berfungsi untuk melakukan tugas-tugasnya.
Sehat, tidak sakit-sakitan.
Psikis
Respek terhadap diri sendiri dan orang lain.
Memiliki Insight dan rasa humor.
Memiliki respons emosional yang wajar.
Mampu berpikir realistik dan objektif.
Terhindar dari gangguan-gangguan psikologis.
Bersifat kreatif dan inovatif.
Bersifat terbuka dan fleksibel, tidak difensif.
Memiliki perasaan bebas untuk memilih, menyatakan pendapat dan bertindak.
Sosial
Memiliki perasaan empati dan rasa kasih sayang (affection) terhadap orang lain, serta senang untuk memberikan pertolongan kepada orang-orang yang memerlukan pertolongan (sikap alturis).
Mampu berhubungan dengan orang lain secara sehat, penuh cinta kasih dan persahabatan.
Bersifat toleran dan mau menerima tanpa memandang kelas sosial, tingkat pendidikan, politik, agama, suku, ras, atau warna kulit.
Moral-Religius
Beriman kepada Allah, dan taat mengamalkan ajaran-Nya.
Jujur, amanah (bertanggung jawab), dan ikhlas dalam beramal.

Tabel diatas menunjukan ciri-ciri mental yang sehat, sedangkan yang tidak sehat cirinya sebagai berikut :
  1. Perasaan tidak nyaman (inadequacy) 
  2. Perasaan tidak aman (insecurity) 
  3. Kurang memiliki rasa percaya diri (self-confidence) 
  4. Kurang memahami diri (self-understanding) 
  5. Kurang mendapat kepuasan dalam berhubungan sosial 
  6. Ketidakmatangan emosi 
  7. Kepribadiannya terganggu 
  8. Mengalami patologi dalam struktur sistem syaraf (thorpe, dalam schneiders, 1964;61).

Syamsu Yusuf. 2009. Mental Hygiene. Bandung : Maestro

Selasa, 04 Oktober 2011

IP ADDRESS, DOMAIN, NAME SERVER

IP ADDRESS
IP Address/Alamat IP adalah alamat numerik 32-bit ditulis sebagai empat angka yang dipisahkan oleh periode. Tiap nomor dapat nol hingga 255. Sebagai contoh, 1.160.10.240 bisa menjadi alamat IP. Dalam sebuah jaringan terisolasi, Anda dapat menetapkan alamat IP secara acak selama masing-masing adalah unik. Namun, menghubungkan jaringan pribadi ke internet membutuhkan menggunakan alamat IP yang terdaftar (disebut alamat Internet) untuk menghindari duplikasi. Internet Protocol (IP) address adalah alamat numerik yang ditetapkan untuk sebuah komputer yang berpartisipasi dalam jaringan komputer yang memanfaatkan Internet Protocol untuk komunikasi antara node-nya. Walaupun alamat IP disimpan sebagai angka biner, mereka biasanya ditampilkan agar memudahkan manusia menggunakan notasi, seperti 208.77.188.16.

DOMAIN
Domain adalah sebuah label identifikasi yang mendefinisikan wilayah otonomi administrasi, wewenang, atau kontrol di Internet . Nama domain adalah nama host yang mengidentifikasi Internet Protocol (IP) sumber daya seperti situs web . Nama domain yang dibentuk oleh aturan dan prosedur dari Domain Name System (DNS). Nama Domain digunakan dalam konteks berbagai jaringan dan aplikasi-spesifik penamaan dan pengalamatan tujuan. Mereka terorganisasi dalam tingkat bawahan (subdomain) dari akar DNS domain, yang tak bernama. Set pertama-tingkat nama domain adalah top-level domain (TLD), termasuk top-level domain generik (gTLD), seperti yang menonjol domain com , net dan org , dan kode negara top-level domain (ccTLD ).  Contoh nama domain .com (dotcommercial), .net (dotnetwork), .org(dotorganization), .edu(doteducation), .gov(dotgoverment), .mil(dotmilitary), .info (dotinfo), dll.

NAME SERVER
Name Server biasa disingkat dengan NS yang artinya adalah sebuah nama dari sebuah server yang melayani permintaan pointing atau pengarahan domain ke dalam IP Address dari server tersebut. Secara default apabila kita mendaftarkan sebuah domain, domain registrar akan memasukkan name server milik mereka, untuk dapat menggunakan domain tersebut “menunjuk” domain tersebut ke account hosting yang anda miliki nameserver harus dirubah menjadi nameserver milik perusahaan hosting anda. Hosting anda akan membutuhkan minimal dua buah Name Server Authoritative yang menjawab permintaan dari internet terhadap domain anda. Informasi mengenai name server yang digunakan biasanya akan anda dapatkan pada saat account hosting anda diaktifasi oleh penyedia jasa hosting yang anda gunakan. Apabila sebuah domain name/ nama domain untuk sebuah website atau blog telah di pointing atau diarahkan nameservernya kesebuah hosting/ server, domain tersebut akan memiliki sebuah alamat IP atau Internet Protocol. Dimana IP address ini berasal dari server/ hosting tempat sebuah domain di arahkan, dan didalam hosting atau server ini nanti semua data yang akan menjadi isi atau konten dari sebuah website atau blog dengan sebuah nama domain akan disimpan dan diproses.

Sejarah Internet

Inilah sejarah singkat kemunculan dan perkembangan internet.
Sejarah intenet dimulai pada 1969 ketika Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency(DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana caranya menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.

Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, icon @juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex. Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network. Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link. Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protokol atau IP yang kita kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET.
Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat manjadi 10.000 lebih. Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau Worl Wide Web. Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan di tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator 1.0. dan pada akhir 1994 ada kepentingan publik tumbuh di Internet, sebelumnya akademik teknis. Pada tahun 1996 penggunaan Internet telah menjadi biasa kata, dan akibatnya, sehingga telah digunakan sebagai sebuah synecdoche mengacu pada World Wide Web.

Sementara itu, selama dekade ini, Internet berhasil menampung mayoritas sebelumnya sudah ada jaringan komputer umum (meskipun beberapa jaringan, seperti FidoNet, tetap terpisah). Selama tahun 1990-an, diperkirakan bahwa Internet tumbuh sebesar 100 persen per tahun, dengan periode singkat ledakan pertumbuhan pada tahun 1996 dan 1997. Pertumbuhan ini sering dikaitkan dengan kurangnya pusat administrasi, yang memungkinkan pertumbuhan organik jaringan, serta sifat non-proprietary terbuka protokol Internet, yang mendorong interoperabilitas vendor dan mencegah salah satu perusahaan dari mengerahkan terlalu banyak kendali atas jaringan. Populasi pengguna internet diperkirakan 1.67 miliar pada 30 Juni 2009.

Senin, 09 Mei 2011

Rasa Ingin Tahu?

Manusia harus memiliki hasrat ingin tahu. Rasa ingin tahu membuat manusia dapat memecahkan setiap permasalahan dan pemikiran yang ada di dalam benaknya. Apabila rasa ingin tahu ini dapat dimanfaatkan dengan baik maka akan membawa manusia semakin mengerti dirinya sendiri. 

Lewat rasa ingin tahu membuat manusia mengetahui kebenaran. Segala sesuatu yang tampak nyata dalam hidup tidak sepenuhnya benar. Apabila seseorang yang pikirannya dipenuhi dengan rasa ingin tahu maka ia tidak akan menerima mentah-mentah omongan seseorang, mereka akan selalu menggunakan pikirannya untuk mencari kebenaran dari omongan tersebut.

Seorang yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi akan mencari informasi detail tentang segala sesuatu yang mereka pertanyakan, mereka tidak hanya “apa” atau “mengapa begitu?” atau “mengapa begini?”, tapi juga “bagaimana hal itu bisa terjadi?” dan “bagaimana memecahkannya?”. Rasa ingin tahu membuat kita dapat membuka pikiran kita.

Hasrat ingin tahu manusia terpuaskan kalau dia memperoleh pengetahuan mengenai hal yang dipertanyakannya. Dan pengetahuan yang diinginkannya adalah pengetahuan yang benar. Pengetahuan yang benar atau kebenaran memang secara inheren dapat dicapai manusia, baik melalui pendekatan non-ilmiah maupun pendekatan ilmiah.

Pendekatan ilmiah menuntut dilakukannya cara-cara atau langkah-langkah tertentu agar dapat dicapai pengetahuan yang benar mengenai hal yang dipertanyakannya. Bahkan di kalangan masyarakat banyak pendekatan non-ilmiah yang banyak terjadi.

Ada beberapa pendekatan non-ilmiah yang banyak digunakan, yaitu 
 1. akal sehat
 2. prasangka
 3. intuisi
 4. penemuan kebetulan dan coba-coba, pendapat otoritas ilmiah dan pikiran kritis.
 
Pengetahuan yang diperoleh dengan pendekatan ilmiah diperoleh melaui penelitian ilmiah dan dibangun di atas teori tertentu. Teori itu berkembang melalui penelitian ilmiah, yaitu penelitian yang sistematik dan terkontrol berdasar atas data empiris. Teori itu dapat diuji (dites) dalam hal keajegan dan kemantapan internalnya.

Membantu Melestarikan Lingkungan Hidup dari Diri Sendiri

Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi, termasuk saya. Maka dari itu saya berupaya untuk melakukan perubahan kecil dalam rangka usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar saya sesuai dengan kapasitas dan kemampuan saya. Sekecil apa pun usaha yang saya lakukan pasti sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak. Saya akan mulai melakukan pelestarian lingkungan dari diri saya sendiri dengan cara:

memakai air bersih dengan secukupnya



menanam dan merawat pohon



tidak membuang sampah sembarangan


mengurangi menaiki kendaraan yang menambah polusi dan memulai beraktivitas dengan berjalan atau bersepeda



mematikan peralatan listrik jika tidak digunakan dan memakai alat-alat listrik yang hemat energi


 

memakai tas kertas agar mengurangi sampah plastik yang sulit hancur atau terurai.




menggunakan barang-barang yang bisa diisi ulang atau di daur ulangi